Saturday, April 27, 2013

Analisis Dokumen Transaksi


A. Analisis Bukti Transaksi
        Sasaran akuntansi adalah transaksi keuangan. Setiap transaksi keuangan harus didukung dengan bukti transaksi sehingga tidak ada pencatatan akuntansi tanpa bukti transaksi.
        Bukti transaksi perusahaan secara garis besar dibedakan antara bukti intern dan bukti ekstern. Bukti intern adalah bukti transaksi yang  dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga yang dijadikan sumber dan dokumen pencatatan oleh perusahaan biasanya lembar kedua (copy). Sementara lembar satu (asli) diserahkan kepada pihak luar yang terkait. Bukti ekstern adalah bukti transaksi yang diterima perusahaan dari pihak luar yang membuat dan mengeluarkan bukti transaksi yang bersangkutan.
        Analisis bukti transaksi pada dasarnya meliputi kegiatan:
1.           Identifikasi keabsahan fisik bukti transaksi ; menentukan pihak mana yang mengeluarkan serta meneliti kebenaran identitas fisik bukti transaksi yang bersangkutan
2.         Identifikasi transaksi dan meneliti apakah transaksi dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan yaitu dengan meneliti tanda tangan pihak-pihak yang terkait dengan terjadinya transaksi yang bersangkutan
3.          Menentukan kebenaran penghitungan nilai uang yaitu dengan meneliti penghitungan yang dilakukan dan kebenaran penerapan metode yang digunakan serta peraturan perpajakan yang berlaku.
Bukti transaksi yang telah dinyatakan absah baik secara formal maupun materil menjadi sumber pencatatan akuntansi. Sementara bukti transaksi yang telah dicatat  dijadikan sebagai dokumen pencatatan.
B. Jenis-Jenis Bukti Transaksi
         Berikut ini beberapa bukti transaksi yang digunakan sebagai sumber pencatatan akuntansi atau dijadikan sebagai pendukung atas bukti lainnya.
1.              Kuitansi
         Merupakan bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Oleh karena itu kuitansi dibuat dan ditandatangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak yang melakukan pembayaran
2.            Cek
         Cek pada dasarnya merupakan surat perintah kepada bank dari orang yang menandatanganinya, untuk membayarkan sejumlah uang yang tertulis dalam cek kepada pembawa atau kepada orang yang namanya ditulis dalam cek
3.             Bilyet giro
         Merupakan surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan, untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke dalam rekening yang namanya tertulis dalam bilyet giro pada bank yang sama atau pada pihak lain.
4.            Faktur
         Adalah bukti transaksi pembelian atau penjualan barang dengan pembayaran kredit. Faktur dibuat oleh penjual dan diserahkan kepada pihak pembeli bersama-sama dengan barang yang dijual. Bagi pembeli faktur yang diterima dari pihak penjual merupakan faktur pembelian. Bagi penjual faktur yang dikirimkan kepada pihak pembeli merupakan faktur penjualan. Lembar kedua (copy) dari faktur yang bersangkutan digunakan sebagai transaksi penjualan barang.
5.            Nota Kontan
         Nota kontan dipergunakan sebagai bukti transaksi pembelian atau penjualan tunai. Seperti halnya faktur, nota kontan dibuat sekurang-kurangnya dalam dua rangkap. Lembar pertama (asli) diserahkan keppada pembeli, lembar kedua digunakan sebagai sumber dan dokumen pencatatan akuntansi.
6.            Nota Kredit/Debit
         Nota kredit adalah bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual secara kredit (retur penjualan), atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitas yang tidak sesuai dengan pesanan. Dalam hal yang  demikian nota kredit dibuat oleh pihak penjual dan dikirimkan kepada pihak pembeli.
         Dipandang dari pihak pembeli, barang yang dikembalikan kepada  penjual karena rusak atau permohonan pengurangan harga faktur yang disetujui pihak penjual disebut retur pembelian. Apabila bukti transaksi tersebut dibuat oleh pihak pembeli dan dikirimkan kepada penjual, nota yang bersangkutan disebut nota debet.
7.            Bukti Memorial
         Merupakan bukti transaksi intern dalam bentuk memo dari pejabat  dalam perusahaan kepada bagian akuntansi, untuk mencatat suatu peristiwa atau keadaan yang sifatnya intern. Biasanya terjadi pada akhir periode seperti memo untuk mencatat adanya gaji pegawai yang masih harus dibayar, adanya pekerjaan jasa yang telah selesai tetapi belum diserahkan kepada pemesan, penyusutan aktiva tetap dan transaksi intern lainnya.

Friday, April 26, 2013

Perusahaan Jasa - Jurnal Penyesuaian & Jurnal Penutup


Perusahaan Jasa
Jurnal Penyesuaian
            Fungsi ayat jurnal penyesuaian adalah untuk mengubah sedemikian rupa nilai akun sehingga neraca saldo memperlihatkan saldo sebenarnya dari harta, hutang, kewajiban, pendapatan, dan beban. Setelah ayat jurnal penyesuaian dibukukan, maka seluruh akun akan mengelompok menjadi akun riil dan akun nominal. Akun riil dicatat ke neraca sedangkan akun nominal dicatat di laporan laba rugi.
            Akun-akun yang lazim disesuaikan pada akhir periode akuntansi adalah sebagai berikut:
     a.    Beban dibayar dimuka
Misalkan pada tanggal 1 april 2004 dibayar premi asuransi untu satu tahun sejumlah Rp600.000,00. Misalkan juga bahwa akhir periode akuntansi ditetapkan 31 desember 2004. Dengan demikian, bagian premi asuransi yang telah menjadi beban pada 31 desember 2004 adalah 9/12 x Rp600.000,00 = Rp450.000,00. Bila transaksi ini dicatat sebagai harta, maka ayat jurnal dan ayat jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut :
Ayat jurnal untuk 1 april 2004 :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
April
1
Asuransi dibayar dimuka
Kas
Rp600.000,00

Rp600.000,00

Ayat jural penyesuaian pada 31 desember 2004 :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Desember
31
Beban asuransi
Asuransi dibayar dimuka
Rp450.000,00

Rp450.000,00

Bila transaksi ini dicatat sebagai beban, maka ayat jurnal dan ayat jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut :
Ayat jurnal untuk 1 april 2004 :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
April
1
Beban asuransi
Kas
Rp600.000,00

Rp600.000,00

Ayat jural penyesuaian pada 31 desember 2004 :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Desember
31
Asuransi dibayar dimuka
Beban asuransi
Rp450.000,00

Rp450.000,00
    
     b.    Pendapatan diterima dimuka
Pada tanggal 1 maret 2004 diterima per kas sewa gedung untuk dua tahun di muka sejumlah Rp4.800.000,00. Pada akhir periode akuntansi adalah 31 desember  2004. Jadi, sewa yang menjadi pendapatan selama 10 bulan (maret – desember) adalah untuk 10 bulan atau 10\24 x Rp4.800.000,00 = Rp2.000.000,00
Jika transaksi diatas dicatat sebagai kewajiban, maka ayat jurnal pada tanggal 1 maret adalah :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Maret
1
Kas
Sewa diterima dimuka
Rp4.800.000,00

Rp4.800.000,00
Ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode adalah
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Desember
31
Sewa diterima dimuka
Pendapatan sewa
Rp2.000.000,00

Rp2.000.000,00
Jika dicatat sebagai pendapatan, maka ayat jurnal pada tanggal 1 maret adalah :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Maret
1
Kas
Pendapatan sewa
Rp4.800.000,00

Rp4.800.000,00
Sedangkan ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode adalah :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Desember
31
Pendapatan sewa
Sewa diterima dimuka
Rp2.800.000,00

Rp2..800.000,00

     c.    Piutang penghasilan
Pada tanggal 31 desember 2004 masih harus diterima sewa gedung untuk bulan September, oktober, November, dan desember 2004 sebesar Rp500.000,00 per bulan.
Ayat jurnal penyesuaiannya pada akhir periode 31 desember adalah :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Desember
31
Sewa yang masih harus diterima
Pendapatan sewa
Rp2.000.000,00

Rp2.000.000,00

     d.    Beban yang masih harus dibayar
Pada tanggal 31 desember 2004 di neraca saldo terdapat akun pinjaman hipotek (u/m = uang masuk) Rp300.000,00 di mana bungan dibayar kemudian tiap tanggal 1 februari dan 1 agustus, dengan dasar bunga 12%.
Bunga yang terutang per 31 desember 2004 adalah dari tanggal 1 agustus 2003 sampai dengan 31 desember 2004, atau sama dengan lima bulan, karena bunga yang dibayar bulan agustus 2004 adalah untuk bulan februari, maret, april, mei, juni, dan juli 2004. Jumlah bunga yang masih harus dibayar = 5/12 x 12/100 x Rp300.000,00 = Rp15.000,00
Jadi ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 desember  2004 adalah :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Desember
31
Beban bunga
Bunga yang masih harus dibayar
Rp15.000,00

Rp15.000,00

     e.    Penyusutan aktiva tetap
Pada 31 deember 2004 penyusutan aktiva tetap ditetapkan sebagai berikut : gedung (Rp1.000.000,00), inventaris kantor (Rp200.000,00), dan panten (Rp100.000,00).
Ayat jurnal penyesuaiannya adalah :
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Desember
31
Beban penyusutan gedung
Akumulasi penyusutan gedung
Beban penyusutan inventaris kantor
Akumulasi penyusutan inventaris kantor
Amortisasi paten
Paten
Rp1.000.000,00


Rp200.000,00


Rp100.000,00

Rp450.000,00


Rp200.000,00


Rp100.000,00

     f.    Penghapusan piutang
Pada tanggal 31 desember 2004 diputuskan bahwa piutang atas relasi bisnis sebesar Rp500.000,00 tidak dapat ditagih, sehingga harus dihapuskan.
Ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 desember 2004 adalah:
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Credit
2004
Desember
31
Beban penghapusan piutang
Piutang
Rp450.000,00

Rp450.000,00
Siklus akuntansi pada perusahaan dagang selanjutnya sama seperti pada perusahaan jasa, yaitu melakukan penutupan buku. Penutupan buku bertujuan untuk menutup semua saldo akun nominal (akun dari laporan laba rugi) dan akun prive. Jurnal penutup yang dibuat tidak berbeda dengan jurnal penutup yang dilakukan pada perusahaan jasa. Jurnal penutup untuk akun-akun mominal meliputi akun penjualan, retur penjualan, potongan penjualan, pembelian ongkos angkut pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan akun beban lainnya.
Langkah-langkah dalam proses penutupan buku sebagai berikut:
1. Menutup akun-akun pengurang penjualan ke akun penjualan,kemudian akun penjualan dipindahkan ke akun laba-rugi.

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
2006
Penjualan
xxx
Retur penjualan
xxx
Potongan penjualan
xxx

(untuk memindahkan saldo akun retur penjualan dan potongan penjualan ke akun penjualan)

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
2006
Penjualan
xxx
Laba Rugi
xxx
(untuk memindahkan saldo akun penjualan kea kun laba rugi)

Apabila perusahaan memiliki pendapatan lain selain penjualan, contoh pendapatan sewa, maka jurnal penutup sebagai berikut :

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
2006
Pendapatan sewa
xxx
Laba Rugi
xxx

2. Menutup akun-akun beban ke akun laba rugi

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
2006
Laba rugi
xxx
Beban gaji
xxx
Beban depresiasi
xxx
Beban sewa
xxx
Beban asuransi
xxx
Harga pokok penjualan
xxx

3. Menutup akun laba rugi ke ak maka akun-akun tersebut tidak memiliki saldo lagi. Dengan melakukan posting, maka semua saldo akun nominalun modal
Setelah akun penjualan dan beban ditutup, berpindah ke akun laba rugi. Akun laba rugi selanjutnya ditutup ke akun modal.

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
31
Laba rugi
xxx
Modal Tn. Jaka
xxx

4. Menutup saldo akun prive ke akun modal
Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
31
Modal Tn. Jaka
xxx
Prive Tn. Jaka
xxx

Pada kasus UD Purnama Sari, penyusunan jurnal penutup akan nampak sebagai berikut:
1. Menutup penjualan dan akun-akun pengurangnya

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
2006
Laba rugi
4,308,050
Beban gaji
945,000
Beban sewa
120,000
Beban iklan
50,000
Harga pokok penjualan
2,323,050
Beban penyusutan gudang
750,000
Beban asuransi
120,000

2. Menutup akun beban-beban ke akun laba rugi

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
31
Laba rugi
4,308,050
Beban gaji
945,000
Beban sewa
120,000
Beban iklan
50,000
Harga pokok penjualan
2,323,050
Beban penyusutan gudang
750,000
Beban asuransi
120,000

3. Menutup akun laba rugi ke akun modal

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
31
Laba rugi
82,850
Modal Tn. Jaka
82,850

4. Menutup prive ke akun modal
Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Agst.
31
Modal Tn. Jaka
50,000
Prive Tn. Jaka
50,000